Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

(NHW #5) Belajar Cara Belajar

Gambar
Bismillahirahmanirrahim Beberapa kali saya membuat draft NHW #5, tulis hapus-tulis hapus entah sudah berapa kali. Saat akan selesai dan submit, ada rasa kurang puas dan kurang yakin dengan apa yang sudah ditulis. Akhirnya pindahlah ke draft yang baru, memulai menata hati lagi, dan menghayati seperti apa diri saya ini, dan ingin dibawa kemana kehidupan saya ini. Saya baca-baca lagi, NHW #1 sampai dengan NHW #4, merenung, memandang Iggo dan Ayah, merenung lagi. Demi menemukan desain pembelajaran yang dapat membuat saya bukan hanya sekedar BISA, namun juga SUKA. Baiklah, dalam membuat desain ini, saya mengacu pada materi matrikulasi Institut Ibu Profesional,  yang didalamnya diterangkan bahwa untuk belajar kita perlu mempersiapkan tiga hal,yaitu Belajar hal berbeda, cara  belajar yang berbeda, dan semangat belajar yang berbeda Belajar hal berbeda   Kita bisa belajar apa saja, asal bisa menguatkan iman, menumbuhkan karakter yang baik, dan menemukan passion kita. Saya m

(NHW #4) Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

Gambar
Bismillahirahmanirrahim Masuk pekan ke 4 dengan materi  Mendidik dengan Kekuatan Fitrah Materi ini mengikat materi sebelumnya, yang ternyata setiap materi pekan per pekan merupakan kesatuan yang saling berkaitan. Yang mengarahkan kita pada misi spesifik hidup kita, juga misi spesifik keluarga kita. Misi diperlukan agar kita tidak galau dengan tsunami informasi yang datang silih berganti. Semua ilmu dipelajari, tanpa dipraktekan satupun. Semua disebabkan kegalauan diri sendiri, kekhawatiran menjadi individu yang 'ketinggalan'. Padahal tak satupun ilmu itu yang akhirnya membekas menjadi jejak sejarah perjalanan hidup kita. Demikian juga dengan pendidikan anak-anak kita. Selama ini kita dihebohkan dengan  Apa yang harus dipelajari oleh anak-anak kita   bukan  Untuk apa anak-anak kita mempelajari hal tersebut Sehingga banyak ibu yang galau, yang bingung, sampai menjejalkan segala ilmu untuk anaknya, tanpa tahu untuk apa mereka belajar. Namun ada ilmu yang tidak akan

Sekolah Kapan Ya???

Gambar
Persoalan kapan waktu terbaik anak memulai sekolah nampaknya sedang menjadi gonjang ganjing beberapa hari terakhir. Saya juga sempat terbawa euforia kebimbangan dalam menentukan waktu yang baik untuk Iggo mulai sekolah.  Masa Lalu Sedikit bercerita, saat usia Iggo 2 tahun lebih, ia pernah saya masukkan ke Play Group dekat rumah. Pertimbangan saya waktu itu adalah : Iggo menunjukkan rasa penasaran dengan yang namanya sekolah Saya merasa, di usia yang sudah 2 tahun lebih, Iggo masih melafalkan beberapa kata dengan kurang lancar Saat itu, saya sedang berupaya agar Iggo belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, karena saya berencana memasukkannya ke salah satu daycare Saya saat itu lebih sering bertugas ke luar kota Orang tua saya, yang kala itu bersedia menjaga Iggo, tengah disibukkan dengan bisnis rumah yang lumayan menyita waktu Bertemulah saya dengan salah seorang guru yang sudah saya kenal pola mengajarnya yang pancen oye, yang juga kebetulan mengajar di sal

(NHW #3) Membangun Peradaban dari dalam Rumah

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim “Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya”  Rumah adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh. Maka tugas utama kita sebagai pembangun peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita. Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “misi spesifiknya” , tugas kita memahami kehendakNya. Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita. Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak, adalah untuk lebih memahami apa sebenar