Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

[30DEM-DAY#16] Berry dan Musim Dingin

Gambar
pixabay.com Disuatu hutan hijau, tinggalah dua ekor beruang hitam bersaudara. Berry dan Yang. Mereka adalah dua beruang yang sejak kecil sudah ditinggalkan Ibunya, karena Ibunya telah ditangkap oleh pemburu di hutan. Mereka berdua hidup bersama dan saling melindungi. Setiap hari mereka selalu mencari ikan bersama, mencari mangsa bersama, bermain, dan tidur bersama. Mereka saling menjaga dan tidak terpisahkan. Hingga pada suatu hari, menjelang musim dingin, Berry merasa harus mengumpulkan makanan lebih banyak lagi. Padahal cuaca mulai dingin, tapi Berry terus saja ke sungai untuk mencari ikan. Di suhu yang dingin, kedua beruang itu memang sangat cepat lapar. Apapun makanan yang ia peroleh, akan cepat habis. Namun Berry berinisiatif untuk menyimpan sebagian ikan buruannya. Ia khawatir cuaca semakin dingin, sedangkan ia tidak bisa berburu lagi. "Kenapa kamu tidak menghabiskan makananmu Berry?" tanya Yang. "Aku takut besok cuaca di hutan semakin dingin

[30DEM-DAY#15] Pupus Kanopus yang Sayang Adiknya

Gambar
photo by : pixabay.com Pupus adalah kucing lucu berwarna biru putih yang mempunyai seorang adik yang bernama Pinky. Mereka lahir di hari yang sama. Hanya saja Pupus lahir lebih dulu beberapa menit sebelum Pinky. Selama ini Pupus sangatlah jahil kepada Pinky, setiap kali Pinky sedang makan ikan, Pupus selalu mengambilnya. Pinky kesal sekali pada Kakaknya, karena selalu saja mengganggunya. Pernah juga saat Pinky sedang tidur, Pupus jahil lagi, ia menggeser-geser tubuh Pinky yang lebih kecil dari Pupus, hingga Pinky tidak kebagian tempat tidur lagi. Akhirnya Pinky menangis, dan mengadu pada Mama Miaw. "Mama Miaaawww, Kaka Pupus selalu jahil pada Pinky, Mama Miauw... Pinky jadi tidak kebagian tempat tidur..." ujar Pinky sedih. Mama Miaw biasanya akan memanggil Pupus dan menegurnya. Di depan Mama Miaw, Pupus selalu mengangguk-angguk mengerti. Tapi saat Mama Miaw pergi, Pupus kembali jahil pada Pinky. Di siang hari saat Pinky sedang bermain bola pun, Pupus berulah

[30DEM-DAY14] Endog-endogan

Gambar
https://budayajawa.id/endog-endogan-jawa-barat/ Sebelum tidur, Bunda mengajak Iggo bernostalgia dengan permainan tradisional yang sering Bunda mainkan waktu kecil. Bunda mencontohkan kepada Iggo untuk menggenggam tangannya, dan menumpukkannya di atas tangan Bunda. Bunda pun menyanyikan lagu tradisional Endog-endogan peupeus hiji, prek Endog-endogan peupeus hiji, prek . . . Goleyang, goleyang mata sapi bolotooooottt Iggo mengikuti dengan antusias, saat kata prek  tangan pemain yang berada paling bawah terbuka seperti telor yang pecah. Satu per satu telor pun pecah, dan semua telapak tangan sudah terbuka. Diakhir lagu, saat kata bolotooot , semua pemain memegang matanya masing-masing sambil membuka mata lebar-lebar. Iggo senang, dan mengulang terus menerus permainan ini dengan gembira. Permainan tradisional ini adalah permainan yang berasal dari Suku Sunda. Permainan ini harus dilakukan dengan banyak orang, kalau kita hanya bermain sendiri, tidak akan seru. Kita juga ha

[30DEM-DAY13] Malaikat Raqib dan Atid

Gambar
Pagi hari Bunda membangungkan Iggo sebelum adzan shubuh berkumandang. Sambil berbisik, "Iggo, bersiap untuk sholat yuk!". Iggo pun membuka mata pelan-pelan, sedikit menguap. Semalam Bunda dan Iggo tidak sempat mengobrol banyak, karena Bunda pulang terlalu larut malam, dan Iggo pun sudah cukup lelah menunggu, sehingga ia terlelap lebih dulu. Setelah ia betul-betul membuka mata, Bunda memulai percakapan dengan bertanya,  "Iggo kemarin main apa saja?" Iggo pun bercerita kalau kemarin ia bermain bola dengan teman-teman dan menghabiskan sore harinya dengan bermain sepeda keliling komplek. "Wah, hebat sekali." kata Bunda. "Iggo sudah menggunakan energi Iggo untuk bermain banyak hal yang bermanfaat. Iggo senang?" "Ya Bun, Iggo seneng banget. Sore-sorenya juga Iggo pergi ngaji Bun, sama Kenzie, sama Raden. Iggo naik sepeda ke musholanya." ucapnya semangat. "Alhamdulillah, Iggo pintaaar. Malaikat Raqib dan Atid pasti sibuk menu

[30DEM-DAY12] Naik Mobil

Gambar
Di suatu siang yang terik, Iggo diminta Bunda untuk membelikan banyak sekali barang di supermarket. Iggo menaiki mobilnya ke supermarket yang ditujunya. Mobilnya ini bukan sembarang mobil. Mobil Iggo adalah mobil keren yang bisa berubah menjadi apapun. Di tengah perjalanannya menuju tempat tujuan, mobil Iggo mendadak susah sekali dinyalakan.  "Wah, sepertinya mobil ini mogok." ujar Iggo. Setelah mesinnya di cek sebelah sana sebelah sini, ternyata tidak ada yang rusak. "Oh tidak! Bensinnya yang habis." Iggo pun baru menyadari. Supermarket yang ia tuju nampaknya masih jauh, tapi mobilnya tak bisa jalan. Pom bensin di dekat sini pun berada lumayan jauh dari tempatnya saat ini. Terpaksa Iggo harus mendorong mobilnya mundur sampai ke pom bensin. Ada sedikit rasa kesal dalam hati Iggo. Pasalnya, hari sudah mulai sore, supermarketnya pasti akan tutup. Sementara titipan belanjaan Bunda begitu banyak. Ia menggerutu dalam hati dan menyesali ke

[30DEM-DAY11] Aku Sayang Al-Quran

Gambar
Berawal dari pertanyaan Iggo tentang, "Bunda, gimana kita bisa tahu kalau Allah sayang sama kita, padahal kita ngga bisa ngomong langsung sama Allah." Akhirnya saya mendongeng dengan cara seperti ini. Mohon koreksi apabila ada kekeliruan. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Dahulu, lahirlah seorang anak kecil yang diberi nama Muhammad, nama yang sama seperti yang tersemat pada nama Iggo. Muhammad Rioiggo Asadfaiq. Nama itu Bunda berikan, sebagai doa kelak Iggo memiliki akhlak yang mulia seperti nabi kita, Muhammad saw. "Iggo tahu Muhammad?" tanyaku, sambil mengelus kepalanya. "Nabi kita ya Bun?" jawabnya. Ya betul, dulu Muhammad kecil lahir dalam keadaan sudah tidak memiliki Ayah, beberapa tahun kemudian Ibunya juga meninggal. Sama seperti Ayah yang Ibunya sudah meninggal saat kecil juga. Nabi tumbuh menjadi anak yang disukai oleh banyak orang, ia adal

[30DEM-DAY#10] Rhino, Badak yang Sabar

Gambar
Cerita ini, saya tulis untuk Iggo yang beberapa hari lalu sedih bukan kepalang, saat ia mendengar kabar badak yang akhirnya dinyatakan punah.  ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Rhino adalah seekor anak badak yang tinggal di tengah hutan bersama Ibunya. Ibu Rhino sangatlah sayang pada Rhino kecil. Setiap kemanapun Ibu Rhino pergi, Rhino selalu ikut dan berada di dekat Ibunya. Rhino pun sayang sekali pada Ibu Rhino. Apalagi sudah beberapa lama Rhino sudah tak lagi mempunyai teman badak. Semua keluarganya, beberapa tahun lalu ditangkap oleh pemburu dan Rhino pun tak tahu lagi nasib mereka. Hal ini membuat Ibu Rhino sangat melindungi Rhino. Jika ada pemburu datang, Ibu Rhino akan menjaga Rhino mati-matian. Saat pemburu pergi, Rhino dibiarkan untuk lari terlebih dahulu kemudian Ibu Rhino menghapus semua jejak Rhino agar pemburu tak dapat lagi melacak keberadaan Rhino. Namun, kini usia Ibu Rhino sudah semaki

[30DEM-DAY#9] Kurry si Kura Mungil

Gambar
Kurry si Kura Mungil adalah seekor Kura-Kura kecil yang baik hati. Karena kebaikan hatinya, banyak sekali hewan yang ingin berteman dengannya. Seperti semut, gajah, kera, rusa, keong, dan masih banyak lagi. Setiap hari mereka selalu bermain bersama dengan gembira. Namun ada satu kebiasaan Kurry yang membuat ia begitu sedih, yaitu rumahnya yang begitu berat sehingga ia jalan begitu lambat. Karena jalannya yang lambat itu, ia seringkali tertinggal saat teman-temanya bermain. Kurry seringkali mengeluh pada Ibunya, "Ibu, mengapa jalanku begitu lambat ya Bu? Apakah tidak bisa rumahku ini ku lepas dahulu Bu? Ini sangat berat dan membuatku lelah lebih cepat." rengek Kurry pada Ibunya. "Kurry anakku yang mungil dan baik hati. Rumahmu itu sudah Allah berikan untukmu dengan segudang manfaat untukmu, Kurry. Ia akan melindungimu dari panas dan badai dimanapun kamu berada." hibur Ibu Kurry. "Tapi Bu, rumah ini sangat berat, jalanku menjadi lambat. Aku

[30 DEM-DAY #8] Burung Kecil dan Pohon Tua

Gambar
Pada suatu hari, di padang rumput yang sangat luas hiduplah seekor burung kecil  dan sebuah pohon tua yang batangnya begitu besar.  Di pagi hari yang cerah, burung kecil sedang belajar mengepakkan sayapnya untuk terbang. Berkali-kali ia terjatuh namun akhirnya berhasil juga. Ia terbang rendah mengelilingi pohon tua. Sesekali ia pun terbang tinggi melesat jauh ke angkasa. Saat terbang ia begitu bahagia melihat langit dan kehidupan di bumi yang begitu indah. Burung kecil begitu menikmati pengalamannya saat terbang, angin yang mengelus lembut bulunya juga hangatnya sinar mentari yang terasa di kulitnya. Terbang pun menjadi kegemarannya sejak saat itu. Hingga pada suatu waktu, burung kecil baru saja menyadari, ada sebuah pohon tua yang sejak  lama terus saja terdiam di tempatnya. Tidak bergerak. Kakinya menghujam dalam ke tanah. Dan daun-daunnya begitu rimbun memenuhi bagian atas pohon tua. Burung kecil pun mendekat, "Hai Pohon Tua, apakah sudah lama kamu berada di sini?"